Tuesday, 21 February 2017

IKAN YANG DICERITAKAN DI DALAM SURAH ALKAHFI MASIH HIDUP SEHINGGA KINI


Lung Fish biasanya akan masuk ke dalam lumpur jika kawasan perairan tempat tinggal mereka masuk musim kering. Apabila habis musim kering maka ikan tersebut akan muncul kembali dari tanah. Menurut sumber, ikan tersebut boleh bertahan hidup tanpa makan selama tiga tahun lamanya. 


Lung Fish juga mendapat oksigen dari udara seperti haiwan darat yang lain. Malah ikan ini boleh bertahan lama di dalam air tanpa muncul kepermukaan seperti ikan-ikan lain. Lungfish juga berenang dan mencari makan di dalam air. 

Strategi bertahan hidup dari kekeringan menjadi kelebihan ikan ini. Ketika musim kering mereka akan masuk ke dalam lumpur dan menggalinya dengan mulut.setelah lubang di dalam lumpur terbentuk, segera lungfish akan memproduksi lendir dari tubuhnya agar terbentuk kepompong sebagai pelindung dirinya di dalam lumpur yang akan mengering ketika musim panas. 


Dengan kekuasaan Allah s.w.t ikan bukan sahaja hidup didalam air tetapi juga didalam tanah. 

Jika difikirkan secara logik bagaimana ikan boleh hidup tanpa air. Kerana pada dasarnya, habitat ikan adalah air. Ikan Lungfish (Protopterus Sp), adalah ikan yang diakui boleh hidup berhibernasi di darat, hidup tanpa air. Adakah ini ikannya yang diceritakan dalam surah Al-Kahfi?


Inikah kan yang hidup dengan cara yang aneh yang diceritakan dalam surah Al-Kahfi? Jika benar, maka inilah ikan yang menjadi saksi perjalanan Musa bertemu dengan Khidir. Jelaslah sudah, dalam ayat Al-Qur’an ini ALLAH memberi petunjuk pada mereka yang selalu memikirkan tentang kekuasan-Nya dan apa yang boleh Ia perbuat jika meragukan kuasa ALLAH dan firman Al-Qur’an.





“Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pemuda yang bersamanya: ‘Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buab lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun.’ (QS. 18:60) Maka tatkala mereka sampai kepertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu. (QS. 18: 61) Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada pemuda yang bersamanya: ‘Bawalah kemari makanan kita, sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini.’ (QS. 18:62) Pemudanya menjawab: ‘Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali.’ (QS. 18:63) Musa berkata: ‘Itulah (tempat) yang kita cari.’ Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula. (QS. 18:64) Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. (QS. 18:65) (al Kahfi: 60-65)

Post a Comment